Postingan

Skripshit or skripsweet?

Juli 2019. Tepat 2 bulan gue menghilang dari peradaban dunia perkuliahan. Mungkin jika ditarik garis mundur sekitar bulan Oktober 2018, itu adalah permulaan drama per-skripsi-an gue dimulai. Dengan nekatnya dan tanpa pertimbangan panjang, gue mengajukan judul yang diambil dari tugas kuliah gue. Bener-bener sama sekali nggak mikir apakah akan ditolak atau diterima. Kalau ditolak, harus ganti judul apa lagi? Kalau diterima, kedepannya apakah gue mampu untuk bertanggung jawab atas apa yang gue kerjakan? Gila sih, banyak banget pertimbangan dari Oktober sampai sekitar Desember gue hanya berkutat pada pikiran apakah gue mampu ? Skripsi menurut gue sakral sih. Karya tulis pertama yang akan di- publish  menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi gue. Bukan sekadar syarat lulus aja. Sampai sekarang gue masih memegang idealisme itu bahwa apa yang gue tulis untuk skripsi harus bener-bener mateng dan berkualitas. Walau berkualitas menurut gue tentu bukan berarti akan berkualitas juga bagi o...

#THANKYOUBAP

Nggak banyak yang pengen gue tulis. #THANKYOUBAP untuk 7 tahun yang sangat amat berkesan. Belum pernah gue ngedukung 1 grup selama ini, segila ini, separah ini. Mereka life saver gue dari SMP sampai kuliah. Terima kasih. 2012 - 2019

2018.

2017. Di tahun itu apa aja yang udah gue capai? Gue merasa perubahan terbesar terjadi di tahun 2017 secara prinsip dan idealisme. Gue paham, semakin gue berumur akan ada saatnya circle pertemanan gue menyempit. Ada mereka yang gue anggap benar-benar teman dan rekan. Gue ngerasa teman lama yang harus banget dipertahankan karena mereka yang udah ngerti gue mulai dari nol, gobloknya gue, polosnya gue, dan menerima semua itu sampai udah berkembang hingga saat ini. Gue juga jadi merasa nggak penting untuk berkumpul di lingkaran pertemanan yang isinya bahas urusan orang lain. Setelah gue memberanikan diri untuk keluar dari lingkaran ghibah semacam itu, banyak juga kok orang-orang yang open-minded membahas sesuatu jauh lebih luas dari sekedar masalah orang lain. Gue jadi percaya sama pepatah, kita pernah sedekat nadi tapi kini sejauh matahari . Putus sama pacar mungkin wajar, tapi putus silaturahmi sama teman? Layaknya gue yang berubah, orang lain pun juga akan berubah karena l...

Merantau, Mendoan, dan IPK

Selamat datang di sebuah blog yang berisikan celotehan random. Ternyata udah satu tahun lebih gue nggak menulis lagi, untuk mampir buka blog juga nggak. Gue nulis terakhir sekitar awal tahun 2016 dan sekarang ketika gue nulis ini bulan Februari 2016. 2015 Gue membuat harapan yang alhamdulillah sebagian besar telah tercapai dan gue merasa ada sebuah rasa bangga terhadap diri sendiri. Usaha pasti nggak pernah mengkhianati hasil , gue diterima di salah satu perguruan tinggi negeri lewat jalur SBMPTN. Bersaing dengan puluhan ribu calon mahasiswa di luar sana, dengan modal belajar dan doa gue selama ini, pada akhirnya gue harus mengapresiasi diri gue sendiri yang ternyata gue nggak sebodoh itu .  Merantau. Setelah ujian nasional 2015, gue lontang-lantung ngga ada kerjaan selain belajar dan belajar. Gue anaknya dari SMA lurus banget, tapi nggak nerd atau kutu buku juga. Gue nggak pernah berani untuk nakal seperti murid lain pada umumnya, karena gue merasa nakal gue udah gu...

2015 is coming to town

Yay Happy New Year 2015! Tahun kemarin, gue bikin resolusi yang ternyata ngga sepenuhnya berjalan dengan mulus dan harus gue tulis kembali demi menyelesaikannya di tahun ini. 2014 merupakan salah satu wonderful year , gue suka tahun genap karena sering memberi anugrah tersendiri /apadah "2014 menjadi penentuan hidup" kata gue tahun lalu ketika gue nulis di blog ini juga. Oke gue telah menentukan jalan hidup gue yang akan gue lakukan di tahun 2015 ini. 2015 jadi dewasa Sebenernya gue sendiri ngga tahu bagaimana harus menjadi dewasa, namun di tahun ini dengan umur gue yang akan beranjak ke 18 tahun, gue hidup di dunia bukan main-main lagi. Gue punya tanggung jawab sebagai anak terhadap orang tua, serta tanggung jawab untuk masa depan gue, keluarga di masa depan gue. Tidak selamanya gue bertingkah terus macem bocah yang labil. Harapan gue di tahun 2015 ini juga nggak muluk-muluk, tapi tinggi bener /? 1. Nilai try out serta UN gue memuaskan, di atas rata-rata, intinya...

PTN oh PTN

HAI gue balik lagi setelah ada waktu serta ide mau nulis apa sih gue ini. Gue yakin judul dan isi tulisan ini nggak akan sinkron karena apa yang gue pikirkan ketika membuat judul belum tentu akan sama dengan apa yang nantinya gue tulis. Gue sedang dilanda kebingungan ketika ditanya mau milih jurusan apa nanti kuliah? Gue ngga bisa memastikan bakal milih jurusan ini atau itu lah karena setelah gue masuk IPS ternyata peluang masuk jurusan itu banyak banget sampai gue bingung sendiri karena gue suka pelajarannya. Fakultas Ekonomi. Gue disaranin kalo ga masuk akuntansi, manjemen, atau ekomomi pembangunan. Peluang kerjanya? Jangan ditanya lagi, banyak banget mulai di perusahaan atau pemerintahan pasti butuh lulusan dari fakultas ekonomi ini. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Komunikasi? Tentu gue pengen banget secara ya lulusannya juga cocok untuk kerja dimana aja, apalagi gue yang pengen kerja di bidang broadcasting cocok banget kalau masuk jurusan ini. Masalahnya, untuk...

Alergi.

Beberapa hari yang lalu gue didiagnosis antara alergi obat parasetamol atau flu Singapura padahal gue ngga pernah jalan-jalan ke Singapura apalagi ketemu orang Singapura. Engga. Jadi yang gue alami itu gejalanya sama. Badan menggigil pas malam hari lalu pagi sampai siang badan gue panas. Sebagai siswi SMA yang baik, gue ngga bolos atau izin, gue paksain masuk karena ada tugas yang harus dikumpulkan pada hari itu juga. Sampai di kelas, gue akhirnya nyerah sama diri gue sendiri. Gue ngerasa udahlah bentar lagi tumbang ini. Posisi gue di bawah AC kelas. Gue cuma bisa diem aja sambil nempelin kepala ke meja. Temen gue ada yang peka kalo gue sakit akhirnya megang jidat gue katanya panas tinggi. Akhirnya gue dijemput balik langsung ke dokter. Beberapa hari setelah kejadian itu, gue akhirnya izin ke sekolah untuk istirahat sakit. Di rumah gue kaget kenapa tangan gue banyak bentol-bentol merah. Awalnya itu dari telapak kaki yang gue kira cuma digigit nyamuk. Tapi lama kelamaan menjalar ke s...